Ini Tentang Pejalan

Saya mengenal 2 sosok Gol A Gong dan Tias Tatanka sebagai si Roy dan Soeci. Walaupun teh Tias tidak mau saya menyebutnya sebagai sosok pacar si Roy tapi otak saya seolah telah tertancap dengan 2 sosok yg saat ini menjadi pasutri yang tetap istiqomah dengan jalannya.

Saya lupa kalimat lengkapnya, tapi teh Tias telah menjadi tangan kiri Roy. Begitu pernah saya baca di salah satu tulisannya.

Begitupun dengan saya. Bagai teraju timpang kata si Laskar Pelangi. Tapi ada sosok Ida Widarsih Subiyantoro yang telah membuat jalan saya tak lagi bimbang karena tak imbang.

Buku ini buku yang kesekian kali dikirim oleh penulisnya langsung dengan tulisan tangan lengkap tertanda tangan. Sama seperti buku mendan Bayu Gawtama dan mbak Fanny Herdina.

Bagi yg lain mungkin tidaklah istimewa. Tapi bagi saya ini sangat istimewa karena di tengah kesibukannya kang Gong dan teh Tias menyempatkan menjenguk ke rumah saat berada di Banjarbaru sesaat setelah saya kecelakaan 2 tahun yg lalu.

Tapi kegitulah “sang pejalan” seperti saya dulu pernah alami. Menjadikan semua manusia yang ditemuinya di jalan sebagai keluarga tanpa embel embel apapun.

Dan, jika perempuan adalah perjalanan panjang bagi seorang lelaki. Perjalanan saya sudah sampai diterminal cintanya Ida Widarsih Subiyantoro. (Eko Subiyantoro)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *