Harga Miring dan Gedung Bertingkat di Sham Shui Po

Setelah sharing kepenulisan i #HongKongVisualArtsCentre bersama buruh Migran yang tergabung di Buletin Sinar Migran an Forum Lingkar Pena, kami diculik Jenny Ervina ke #ShamShuiPo. Kawasan ini kondang dengan barang-barang berharga miring.  Tapi kami lebih tertarik dengan gedung-gedungnya yang menggambarkan kota berpenduduk padat. Jemuran dari jendela flat-flat kusam, memberi pelajaran banyak tentang arti bersyukur. Menurut Jenny, sebagian besar gedung masih menggunakan tangga, belum memakai lift. Sama seperti flat yang ditempatinya di lantai 5, membuatnya harus turun-naik lewat tangga jika ada keperluan keluar rumah.

Semula Jenny Ervina, BMI asal Petir, Serang-Banten yang sudah menulis 3 buku, ingin mengajak makan siang di halal food centre. Tapi bus kecil yang ke arah tujuan selalu penuh. Tidak boleh naik sambil berdiri, semua harus kebagian kursi. Kami lalu mengubah tujuan makan siang di warung makan dekat situ.

Kami masuk ke sebuah toko, memesan makanan Indonesia dan masuk ke tempat makannya di ruang dalam. Sudah banyak orang-orang Indonesia di sana, semuanya perempuan. Beberapa tampak seperti laki-laki dari potongan rambut, pakaian dan tingkahnya.

Hubby sempat tak sengaja memanggil dengan sebutan “mas” ke salah satunya yang betul-betul mirip lelaki. Tapi tidak ada protes, malah tampak senang.

Cukuplah kita berusaha memahami tanpa menghakimi. Siapa yang tahu kerasnya perjuangan dan pengorbanan para buruh migran itu. (Tias Tatanka)

XPLOREHONGKONG BERSAMA TIAS TATANKA

Ayo, para Emak Backpacker, kita #XploreHongkong bersama Tias Tatanka. Catat, nih, 23 – 24 – 25 Juni 2018. Anggap saja ini kado lebaran dari suami.   Ayo, segera daftar ke 081906311007.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *