Candi Borobudur Tidak Kalah Dengan Angkor Wat

Sungguh luar biasa! Itu yang saya rasakan.  Para turis mancanegara berdatangan ke Angkor Wat, yaitu kompleks Candi Hindu terbesar di dunia dan dikunjungi lebih dari 2,5 juta turis pada 2016. Kompleks seluas 162 hektar dengan 72 candi kuno itu tidak pernah sepi pengunjung, dan merupakan pemasukan devisa terbesar bagi Kamboja. Sebetulnya Candi Borobudur lebih dahsat, tapi minim promosi. Wisman yang datang ke Borobudur hanya 250 ribu orang!

Candi yang dibangun Suryavarman II selama 30 tahun di era Kekaisaran Khmer kuno atau sekitar tahun 900-1200 Masehi adalah daya tarik utama Kamboja.Lokasinya di Siem Reap, sekitar 2 jm perjalanan dari perbatasan Thailand.

Melansir Phnom Penh Post yang mengutip data dari Apsara Authority, tahun 2015, Angkor Wat sukses meraup US$60 juta atau setara Rp798,9 miliar, hanya dari penjualan tiket. Saya sudah dua kali ke Angkor Wat dan tidak rugi membayar US$ 37! Menurut Kompas.com, persoalan borobudur adalah minim promosi. “Tahun 2016, anggaran promosi sekitar Rp 4 triliun. Dari dana itu sebanyak Rp 1 triliun branding di dalam negeri dan Rp 3 triliun branding ke luar negeri,” sebut dia.

Lebih lanjut, ujar Pitana, berdasarkan beberapa penelitian, efek branding baru akan terasa 2-3 tahun ke depan jika branding dilakukan intensif dan konsisten. Branding yang dimaksud bukan hanya logo akan tetapi keseluruhan aktivitas untuk memperkenalkan sebuah produk kepada pasar. “Branding tidak sekedar logo misalnya Wonderful Indonesia. Anda menulis kalau Candi Borobudur itu indah di sosial media itu juga branding,” katanya. Sejauh ini, Kementerian Pariwisata sudah melakukan branding hampir ke semua negara menggunakan berbagai media. Namun ada lima pasar utama yang difokuskan yakni Australia, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Malaysia.

Nah, tertarik ke Angkor Wat bersama Gol A Gong? Ini #xploreWat bersama #GongTraveling. Sekali dayung, 3 negara 4 kota terlewati ; Thailand dgn Bangkok (Wat Arun), Kamboja di Siem Reap (Angkor Wat) dan Phnom Penh (Polpot Genocide) serta Malaysia dengan ikon gedung kembar Petronas, Kuala Lumpur. Gong Traveling bersama Gol A Gong bukan sekadar jalan-jalan, tapi sambil nulis buku.Traveling sambil nulis menjadikan perjalanan kita bermakna. Agenda berikutnya bersama Gol A Gong adalah #XploreHongKong 23 Juni hingga 25 Juni 2018. Dan #XploreWat pada 18 Juli – 23 Juli 2018. Kontak Tias Tatanka​ di 081906311007. Ayo, check passportmu dan kemasi ranselmu!. (Gong Smash)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *