Catatan Tias Tatanka yang Tercecer dari Hong Kong

Hari ini jalan-jalan ditemani Lila Ayu Arini, teman baru di Hong Kong yang jago bikin sket. Selama ini ngobrol cuma di medsos, akhirnya ketemuan pagi hari di depan Chungking Mansion, lalu menghadiahkan sket untuk Gong Smash dan om Toto St Radik.  Kami diajak menyeberang ke Hong Kong Island. Naik kereta bawah tanah dari stasiun Tsim Sha Tsui di wilayah Kowloon, menuju stasiun Central yang ada di Hong Kong Island. Saking hebatnya kemajuan teknologi transportasi, saya nggak merasa telah menyeberang pulau. Eh kali saya aja yang nggak ngeh, ding. Hihihi.

 

Dari Central pindah naik trem. Mejeng dulu di Yick Cheong atau Yick Fat, salah satu tempat yang kondang karena instagramable. Lalu mampir ke Hong kong Central Library. Sayang nggak boleh foto-foto di dalamnya. Di sini surga pisan buat para penyuka buku anak macam saya. Duduk anteng baca buku anak di kursi kecil sambil eungap karena lemak di perut. Wkwkwkwk.

Di plaza depan library menyempatkan foto dulu dengan kertas titipan bocah, tulisan buat konsumsi instagram. #demianak
Boleh kalau mau follow akun-akun di foto. #halah

Habis itu menyeberang melintasi Victoria Park, mampir ke Rumah Makan Sedap Gurih. Mampir doang sih, nggak dapat kursi, jadi belum sempat makan di situ. Yang penting udah nyamperin salah satu destinasi yang suka disarankan banyak travelblogger.

Lanjut ke Hollywood Road, ngubek-ubek seni jalanan. Banyak mural yang menyebar di dinding-dinding bangunan. Biasalah cari mural cantik buat spot foto mas-mas sebelah. Dan seperti biasa, gayanya heboh, mangap-mangap manja. Nggak peduli dilihatin orang, bahkan ada turis ikut motret dia. Semoga nggak jadi viral. Mas-mas sebelah ini harus bersyukur punya bini sabar menghadapi kenyataan. Qiqiqi. #salim

Sempat naik mid level escalator, mampir Masjid Jamia buat sholat. Saya yang kebingungan cari mukena lalu diarahkan seorang anak perempuan ke bilik sebelah khusus wanita. Dia menjelaskan perempuan sholatnya di situ. Kalau yang sebelah sana untuk laki-laki. Saya bilang makasih. Trus ada abak laki-laki nongol, ikutan jelasin hal yang sama. Iya, saya kembali bilang terima kasih. Batin saya, sekali lagi nongol bocah ngomong sama, harus dikasih hadiah gelas. Untunglah nggak kejadian. Hihihi.

Dari Masjid Jamia turun terus menuju Hollywood Road, kaki mulai pegal. Haduh, efek penuaan dini nih. Hahaha. Alarm dari tubuh untuk rehat. Baiklah, cari MTR terdekat, berpisah sama Lila yang berbeda arah pulang. Hatur nuhun sudah ditemani jalan-jalan seharian.

Setelah rehat di hostel, kami berencana ke Avenue of Stars buat nonton Symphoni of Lights. Tapi dinner dulu, kebetulan bawa bekal abon sapi, nasi putih beli di kedai lantai bawah Chungking Mansion. Bawa camilan juga, oleh-oleh dari Lila. Juga sebotol air minum hangat yang diisi di pantry.

Makan malam di Garden of Stars, yang ada cetak tapak tangan para bintang film Hong Kong. Nggak romantis gimana, makan berdua di bawah langit Hong Kong. Meskipun hubby hanya makan nasi berlauk abon, sedang saya makan parata (lagi-lagi parata), tapi perbincangan kami cukup mendalam. Soal Bruce Lee dan masa depan. #tsaah #gakpenting

Setelahnya kami jalan kaki ke Avenue of Stars yang cukup jauh dijangkau untuk emak manja yang sudah lama nggak latihan jalan. Untunglah masih sempat lihat, duduk cantik sambil ngemil.

Tapi kami agak kecewa.

Bentar… Saya ingat-ingat dulu, kecewa nggak ya…

Yak. Positif. Kecewa maksudnya. Kirain bakal jadi pertunjukan spektakuler yang gimana, ternyata cuma permainan sinar. Tanpa musik. Cuma beberapa menit. Sepertinya banyak turis yang kecewa. Mas-mas sebelah saya malah mikirin efek sinar ke pesawat terbang yang kebetulan melintas. Hihihi.

Saya sempat menunjuk langit. Bagus juga dilihat di langit saat sinar-sinar itu saling bertemu. Sempat merinding, langit seperti tertutup tudung plastik raksasa dan sinar-sinar itu memantul di permukaannya. Masya Allah. Jadi ingat adegan Jim Carey menemukan batas langit dalam film The Truman Show.

Pulangnya lewat The Peninsula, hotel megah menghadap pelabuhan. Semoga suatu saat nanti punya kesempatan menginap di situ bareng anak-anak. Aamiin.

‘Iiih… Kayaknya senang mulu ya, ceritanya… ‘

Nggak juga, sih. Sempat debat kecil saat buka pintu hostel. Saya tekan pin terlalu cepat. Lalu dikoreksi hubby. Saya tekan lagi angka-angka, saking groginya malah salah. Hahaha. Hubby mengoreksi dengan bete tapi senyum. Serius. Bete tapi senyum. Susah, kan? Akhirnya nunggu beberapa detik, lalu dia ulangi tekan angka pin. Barulah pintu terbuka. Tapi bininya telanjur baper. Hahaha. Untunglah langsung baikan lagi. (Tias Tatanka)

#XploreHongkong :
Selama 3 hari 2 malam menjelajahi Hong Kong 23 Juni hingga 25 Juni 2018. Biaya Rp. 10 juta all in. Juga perjalanannya akan dbukukan. Pendaftaran ke 081906311007. Ditutup 23 April 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.