Arsip Kategori: Kuliner

Makanan khas

Makanan Halal di Hua Lampong Railway Station Bangkok

Saya mengucapkan selamat jalan kepada bikhsu Budha perempuan, teman seperjalanan saya dari Hat Yai – Bangkok, Jumat 3 November 2017 . Bikhsu itu mendekati polisi dan menitipkan saya. Langkah bijaksana. Sekarang pukul 07:00. Saya lapar. Saya menuju lobi stasiun. Ruangan besar jika berbentuk persegi panjang, dari pintu masuk sebelah selatan menghadap ke jejeran loket di utara. Di balik pintu loket itulah platform kereta ke segala jurusan di Thailand. Di sisi barat berjejer kios-kios makanan dan elektronik. Jika baterei HP kita kosong, bisa nebeng dengan 20 Baht/jam. Di sisi timur pusat informasi dan food court. Saya masuk ke food court, membeli kupon senilai 100 Baht. Jangan khawatir, ada makanan halal di sini. Air mineral 10 Baht, sarapan tergantung menu. Bisa 30 Baht hingga 50 Baht. (Gong)

Nasi Megono di Pekalongan

Beribu pagi di kepalaku
Masihkah Engkau bersembunyi di kota lain
yang belum kusinggahi
sementara nafasku di genggaman-Mu
Hotel Princess, Palembang, 16 Juli 2012

***

Setiap traveling ke sebuah kota atau negara, saya sangat menyukai pagi. Sebagai travel writer, saya selalu memaksakan diri untuk bisa menikmati pagi. Termasuk di Pekalongan. Waktu itu, saya dan Abdul Salam HS – relawan Rumah Dunia, datang di Pekalongan pukul 05:30, Minggu 1 Juli 2012. Kami naik bus dari Bekasi. Jalanan macet karena musim liburan. Kami dijamu oleh panitia – Forum Lingkar Pena Pekalongan –  sarapan di alun-alun kota, yaitu nasi Megono. Ini memang piknik kuliner murah meriah.

Lanjutkan membaca Nasi Megono di Pekalongan

Es Krim Singapura Memang Lezaaaat

Semua orang, jika jalan-jalan ke Singapura, pasti beli es krim seharga S$ 1 (sekitar Rp. 9500). Saya ketagihan, tiap hari beli. Eskrimnya tebal, seperti penghapus kapur. Terutama dilapisi roti. Kenapa es krim di Singapura enak, tapi kok yang di Serang tidak? Atau di Indonesia, eskrimnya biasa-biasa saja. Keempat anak saya suka. Bahkan peserta Gong Travelling  juga suka. Saya sering memergoki warga Singapura – tua dan muda, juga menyukai es krim ini.  Padahal mereknya sama dengan yang kita makan di Indonesia, Wall’s. Saya yakin, ini bukan persoalan geografis, tapi es krimnya memang diolah dengan cara spesial sehingga enak. Akhirnya menikmati es krim Singapura bisa kita jadikan kuliner. ()